Harapan yang pernah ada, asa yang pernah muncul, dan kesempatan yang pernah datang. Terus tergambar dalam perjalanan saya ke kota kembang, tempat dimana saya menuntut ilmu dan berbagi dengan banyak sahabat. Puzzle-puzzle kehidupan yang terus merangkai menjadi sebuah kenangan. Walaupun hanya kenangan masa lalu tapi mungkin bakal berbekas di kehidupan saya dan menjadi pelajaran berharga.
Menginjakan kaki di sebuah pintu tol di selatan kota bandung ini sedikit membuat saya tersenyum. Menghirup dan merasakan 'sambutan' udara dingin menemani saya ke tempat sahabat saya di suatu komplek perumahan. Benar-benar seperti nostalgia ketika saya masih disana. Disambut dengan dentuman musik negeri di semenanjung korea yang khas, saya akhirnya sampai di rumah teman saya. Tidak banyak berubah memang, masih berantakan*laugh* tapi beberapa letak yang berubah tidak seperti dahulu. Banyak sahabat saya yang datang berkunjung kesana karena memang tahu kita ingin kumpul-kumpul lagi. Sudah lama tak bertemu membuat kami bercerita satu sama lain hingga pagi menjelang, dari nostalgia ketika saya masih disana sampai harapan dan impian dari sahabat saya yang membuat saya merasa 'kecil', pemikiran saya belum kesana. Walaupun bisa dibilang dalam urusan kuliah para sahabat saya agak kurang bersahabat tapi mereka membuat banyak terobosan dalam hidup mereka. Ada yang membuat film, membuat majalah, menjadi salah satu petinggi organisasi, belajar menjadi EO sebuah acara besar dan masih banyak lagi. Hal itu membuka pikiran saya bahwa saya masih belum menjadi apa-apa dibanding dengan sahabat saya yang sudah menuliskan banyak cerita berwarna di lembaran hidupnya. Terpacu merupakan kata yang menggambarkan keadaan saya. Walaupun dalam urusan kuliah saya sedikit beruntung tapi saya melihat mereka sebagai orang-orang bebas,orang yang mengalirkan imajinasinya dan merealisasikan impiannya. Pengembangan diri yang luar biasa menurut saya. Mereka tidak banyak berubah dalam pola pikir, masih memiliki pendirian kuat selalu di pegang setiap orang. Walaupun sudah banyak kesibukan mereka tidak pernah 'meninggalkan' sahabatnya di dalam kesusahan. ini yang membuat saya kangen dengan para sahabat ini. kami baru keluar dari 'comberan' kesusahan dimana kita berada dan sama-sama bangkit.Tidak dapat di pungkiri saya masih kecil dibandingkan mereka,bahkan saya menganggap saya pengecut di banding mereka. dalam pembicaran kami terbesit membuat suatu hal yang berguna untuk orang banyak dan kami ingin merealisasikannya di kemudian hari. Akhirnya saya berpikir memang ini sebuah kepingan masa lalu yang membuat saya harus menegakkan kepala, terus maju, dan melihat kedepan karena di ujung jalan ini sudah berdiri para sahabat saya yang menunggu saya untuk berjalan bersama lagi, saling bahu membahu untuk membuat masa depan yang tadinya kabur menjadi jelas sehingga kami akan tersenyum pada akhir perjalanan hidup kami.
0 komentar:
Posting Komentar