Nasionalis, Sosialis, Independen

playing with the rain

alam berbicara,alam bercerita. suatu hal yang kadang-kadang kita banyak lupain 'perasaan' sebenernya dari alam. yap ini dateng musim penghujan, datang pada saat akhir semester yang makin sendu ini #kayaksiapa#mikir. dimana udara adem yang bersahabat dekat dengan peralatan tidur membuat kita kadang-kadang terbelenggu dalam suatu siklus procrastinate.
hampir semua orang ngeluh karena kasurnya meluk erat banget kayak orang pacaran. pokoknya pas musim ini ni berlaku hukum "kuliah jangan sampai mengganggu waktu tidur anda" dan akhirnya diamini oleh semua anak di angkatan saya. selain udara adem ada lagi ni yang bikin silkus baru muncul. semacam virus yang kalo kita cuma mandang kayaknya nggak punya gairah hidup. namanya hujan. dimana ada ujan disitu gue banyak ketemu ama orang yang selalu bengong sambil meratapi nasib. semacam ritual bunuh diri lah pokoknya. nah pas salah satu temen gue dateng dari penjuru barat untuk singgah dikota penuh budaya di tengah pulau jawa. pas dia sampe ternyata dia bilang kota ini enak banget buat galau#apapula haha. diselingi hujan gue akhirnya bareng temen gue ngemper di jalanan dan itu waktu ujan. emang agak gila memang kalo dilihat. dua orang, duduk berdua dijalan sambil mandang ujan. orang-orang ngeliat heran dan mereka berfikir kalo kita bedua kayak orang homo,tapi sebenarnya kita masih normal kok*santai*. ternyata emang enak mandang ujan sambil introspeksi diri,berkaca ke dalam diri dan menemukan jati iri. senyum sendiri sambil mikir kesedihan dan kesulitan. penutupnya gue liat post temen gue tentang suatu quote dan kena banget. kata-katanya bunyi nya seperti ini :
"i love playing in the rain because no one else can see me crying"

0 komentar:

Posting Komentar