Nasionalis, Sosialis, Independen

la..la..la

nah loh dapet sumbangsih cerita masukin aahh

Yeahh...!! Semester dua sudah dimulai, kuliah di suatu dusun yang mengatas namakan diri mereka para perencana membuat semakin sejahtera, hidup berasa di surga, apa-apa tersedia.
Belum lama ini aku mendapatkan suatu barang berharga berwarna hitam dan bisa di pencet#apakahitu? hanya dengan meminta kepada salah satu temanku. Ketika aku lapar dan butuh makan, aku tinggal mengatakan kepada teman - temanku yang kemudian akan mentraktirku dimanapun aku mau. Ketika aku butuh uang, temanku dengan senang hati meminjamkan kartu gesek bermaterai dan memberiku segepok uang. Ketika ujian, aku gag perlu belajar karena teman di sekelilingku bakalan memberikan jawaban kepadaku.
Kalian pasti iri padaku dan ingin seperti aku. Sayangnya kalian gag bakalan bisa, karena teman kalian pasti terlalu pintar dan teliti. Temanku yang disini memang pintar, mereka juga 'terlalu' percaya kepadaku. Hahahaha.... betah banget aku kuliah di desa seperti  ini.
Akhir - akhir ini ada cowok yang selalu hadir bersama di setiap langkahku. Cowok itu selalu mengantarkanku dimana pun aku mau pergi. Beruntungnya aku mempunyai seseorang seperti dia. Beruntungnya lagi, dia uda memiliki kekasih nan jauh da mato. Sehingga ketika dia sakit, aku dapat memberikan perhatian lebih yang tidak dapat diberikan oleh kekasihnya. Hahaha.. sungguh beruntung hidupku....
Ahh.. memang pesona yang kutebar gag bisa ditolak oleh kaum pria. Di akhir semester ini, satu cowok dari tingkat atas juga terpesona oleh ku. Kakak itu mengaku tergila - gila kepadaku karena kehalusan sikap dan bicaraku. Aku menunggu.. menunggu,. menunggu,, dan akhirnya kakak itu menyatakan perasaan padaku.
yuhuuuyyy.... hidupku sungguh menyenangkan di semester ini. Tapi mengapa aku merasa semester depan bakalan menyebalkan yaa...???

0 komentar:

Posting Komentar