Nasionalis, Sosialis, Independen

Menembus Tembok Birokrasi

Sudah lama kita merdeka. Sudah 3 periode kekuasaan yang memegang kekuasaan di negara yang menjadi kiblat Demokrasi bagi negara-negara di Asia. Waktu 66 tahun seharusnya sudah cukup untuk kita belajar tentang birokrasi yang bersih dan transparan. Namun lagi-lagi fakta lapangan menunjukan bukti bahwa kita bangsa yang belum cukup dewasa untuk menuju birokrasi yang di idamkan.

Sebagai Mahasiswa yang sering bersinggungan dengan birokrasi Pemerintahan, fenomena ini tentu kadang-kadang menjadi hambatan. kami belajar sebagai Perencana dihadapkan dengan sulitnya mendapatkan data suatu wilayah padahal itu bertujuan untuk sebuah pendidikan. Apa yang harus di takuti para birokrasi 'pelit' ini jika kami mengetahui tentang data-data pemerintahan?. Memang pertanyaan ini memberikan jawaban yang berbeda-beda. Kita sebagai masyarakat yang awam akan itu hanya bisa berspekulasi. Saya dan kawan-kawan sudah beberapa kali datang ke instasi pemerintah,mengikuti prosedur yang ada untuk mendapatkan data survei, datang tepat waktu dan lain-lain. Tetapi setelah berbicara kepada orang yang bertanggung jawab tentang data-data itu,kami hanya mendapatkan jawaban yang kurang memuaskan. Banyak sekali alasan para Birokrasi ini, mulai dia tidak bisa mengeluarkan, hingga dia tidak mempunyai data tersebut. Sungguh ironis memang dimana masyarakat yang memiliki hak mengetahui kinerja dan data-data pemerintah harus berusaha keras untuk mendapatkan itu. Padahal data tersebut harusnya di ketahui masyarakat untuk mengkoreksi kebijakan pemerintah. Transparansi merupakan hal yang sulit di temui di negara yang mengagungkan kata DEMOKRASI. Setelah sekian saya bolak-balik akhirnya saya mendapatkan data tersebut,dimana saya sudah mulai frustasi dalam. Bapak tersebut malah sangat terbuka kepada kami,ini yang membuat kami kaget. bagaimana tidak beberapa kali kami datang ke instasi baru kali ini kami menemui orang seperti itu.bapak tersebut juga memberikan data-data yang lengkap yang membuat perkerjaan kami menjadi ringan. Di sela-sela pertanyaan kami tentang kuliah,saya bertanya apakah ini boleh di lihat masyarakat umum?bapak itu menjawab sangat boleh karena ini merupakan hak warga untuk mengetahui perkembangan pemerintahan. Dari contoh ini membuka pikiran saya tentang optimisme birokrasi Negara kita. Berarti masih ada yang dapat berpikir dewasa dan tidak mementingkan ego individu demi perkembangan Birokrosi Indonesia yang lebih baik. Semoga saja tidak hanya 1 atau 2 orang saja seperti ini,Jika semua birokrasi transparan dan bertanggung jawab maka tidak mustahil bangsa ini bisa menjadi kiblat dunia. Semoga saja..

0 komentar:

Posting Komentar