DIKOTA KITA TAMPAN , DI GUNUNG KITA MENAWAN DIKOTA KITA CANTIK, DI GUNUNG KITA MENARIK
Perjalanan di mulai dari kota solo, kami berkumpul di burjo dekat boulevard kampus uns jam 3 sore. Dengan menggunakan motor kami pergi ke daerah karanganyar. Sedikit terhambat oleh datangnya hujan dan ada insiden kecil maka kami harus menunggu untuk sampai di gerbang pendakian cemoro sewu, kami baru tiba disana pukul 22.00. Mungkin agak bersyukur karena terhalang hujan tadi,jika tidak mungkin selama pendakian kami terkena hujan. Maklum kami mendaki gunung lawu dengan peralatan yang minim. Setelah registrasi barulah kami siap2 untuk mendaki gunung lawu. Semangat!!!!
Dari pos 0 sampai pos 1 mungkin belum ada hambatan,dengan waktu 30 menit kami sampai di pos 1. Jalan di pos 1 cukup mengasikkan dan di sepanjang jalan kita bisa menyasikkan hamparan bintang di langit yang membuat kita terpana akan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Sepanjang perjalanan menyetel musik yan berganti-ganti. Oke lanjut jalan ke pos 2, yah disini akhirnya kami mendapat tantangan. Perjalanan yang memakan waktu 2 jam naik dan sesekali mendapat bonus cukup menguras tenaga kami. Tapi lagi-lagi rasa lelah hilang dengan melihat kebesaran sang pencipta tidak lupa juga berpose selama perjalanan. Dan di pos 2 kami memakan bekal kami dan sejenak meluruskan badan untuk siap lagi ke pos 3
Perjalanan di pos 3 sunggung melelahkan,beberapa kali kami harus beristirahat cukup lama tanjakan dan jarang sekali ada bonus membuat kami kelelahan. Ditambah udara yang sangat dingin membuat kami harus cepat bergerak. Jika kami berlama-lama maka udara dingin sangat menusuk badan kami. Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh akhirnya kami dapat sampai di pos 3. Kami sampai pada jam 2.30 dini hari. Kami semua akhirnya memutuskan untuk memejamkan mata untuk mengisi tenaga. Dengan peralatan yang minim kami berlindung di shelter pos 3. Udara dingin pegunungan sempat membuat kami berfikir untuk kembali dan tidak meneruskan perjalanan. Teringat orang-orang yang kami cintai membuat hati kami semakin luluh. Memang tidak terjadi hujan tetapi udara dingin benar-benar membuat kami tidak bisa berbuat banyak. Sesekali para pendaki lain hilir mudik,ada yang membuat tenda dan ada pula yang langsung meneruskan perjalanan ke puncak
Melihat teman-teman membuat saya berfikir jika perjalanan tidak bisa di teruskan. Akhirnya kami bertanya satu sama lain dan akhirnya mengambil keputusan untuk naik ke puncak. Ini membuat saya terkejut,padahal teman-teman baru sekali naik gunung,ini yang membuat saya bangga kepada teman-teman saya. Mental mereka sangat kuat walaupun terkadang fisik berkata lain. Dengan aba-aba akhirnya kami melanjutkan perjalanan. Tetapi pengorbanan kami terbalaskan dengan pemandangan hasil ciptaan yang maha Kuasa. Walaupun target kami untuk melihat matahari terbit tidak terealisasi tetapi pemandangan di jalur pos 3 ke pos 4 membuat kami kembali bersemangat untuk sampai ke puncak.Dengan segenap sisa tenaga akhirnya kami sampai ke pos 4 dan langsung semangat untuk sampai ke pos 5. Yaph dengan jalan yang cukup baik dan kita juga bersemangat.
0 komentar:
Posting Komentar